Are you a member? sign in or take a minute to sign up

Cancel
logo

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Pengadilan Negeri Batam

Jalan Engku Haji Tua, Batam Centre, Teluk Tering, Kota Batam, Kepri

E-Learning Mahkamah Agung RI

Komunikasi Data Nasional Mahkamah Agung RI

Sistem Informasi Kepegawaian Mahkamah Agung RI

Sistem Informasi Mahkamah Agung Republik Indonesia

SIPP Pengadilan Negeri Batam

Sistem Informasi Pengawasan Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI

MATERI PEMBINAAN OLEH KETUA PENGADILAN TINGGI PEKANBARU DI P.N BATAM

 

Segenap jajaranan PN Batam, yang terhormat,

Pengadilan Tinggi sebagai kawal depan (voorvost) Mahkamah Agung RI, disamping memiliki tugas pokok untuk memeriksa, mengadili, memutus dan menyelesaikan perkara dalam peradilan tingkat banding, juga memiliki tugas pokok penting lainnya yaitu melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap seluruh kegiatan Pengadilan Negeri yang berada dibawahnya, guna memastikan seluruh aktivitas yang telah dijalankan oleh Pengadilan Negeri yang bersangkutan telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal ini sangatlah penting guna  untuk mewujudkan Badan Peradilan Yang Agung (Court Exellence) sebagaimana yang telah ditetapkan didalam Blue Print Mahkamah Agung R.I   2010-2035, yang menjadi Visi seluruh Badan Peradilan di Indonesia yaitu “TERWUJUDNYA BADAN PERADILAN YANG AGUNG”

Dan Untuk mencapai Visi tersebut telah ditetapkan 4 Misi yang harus kita laksanakan yaitu :

  1. Menjaga kemandirian badan Peradilan
  2. Memberikan pelayanan hukum yang berkeadilan kepada Pencari Keadilan
  3. Meningkatkan kwalitas kepemimpinan badan Peradilan
  4. Meningkatkan kredibilitas dan transparansi Badan Peradilan

Hadirin yang saya hormati, Saya ingin mengingatkan kepada saudara segenap jajaran Pengadilan Negeri Batam, bahwa hal tersebut diatas hanya bisa kita capai kalau saudara sekalian khususnya Pimpinan Pengadilan yang tergabung dalam empat pilar yakni :

  • Ketua Pengadilan Negeri selaku TOP Management
  • Wakil Ketua Pengadilan Negeri selaku Quality Management Representative
  • Panitera selaku Management dibidang Teknik, dan
  • Sekretaris selaku Management dibidang Operatiopnal

benar-benar dapat menjalankan Tugas Pokok dan Fungsi (TUPOKSI) nya dengan baik.

Dan untuk dapat menjalankan tugas dengan baik, yang pada akhirnya akan menciptakan kinerja yang memuaskan, maka ada 3 hal yang harus saudara renungkan baik-baik dalam menjalankan tugas yang untuk memudahkan mengingatnya disingkat dengan tiga  AS yakni :

  1. Bekerja dengan IKHLAS
  2. Bekerja dengan CERDAS, dan
  3. Bekerja dengan TUNTAS

Kerja IKHLAS adalah merupakan motivasi yang terbaik untuk bekerja yang menghasilkan upaya maksimal yang dimulai dari dalam diri saudara sendiri  untuk bekerja dengan IKHLAS , tanpa ada keterpaksaan. Dan keikhlasan itu sendiri tidak bisa tercipta tanpa adanya kesadaran yang sungguh sungguh, bahwa bekerja tidak semata-mata hanya untuk mendapatkan uang atau imbalan saja, tetapi harus ada kepuasan yang tumbuh dari hati sanubari saudara bahwa keberhasilan saudara dalam pekerjaan masing-masing akan menumbuhkan kepuasan tersendiri meskipun dampak langsung dari pekerjaan saudara untuk mendapatkan tambahan penghasilkan uang yang lebih tidak selalu menjadi tujuan.

Tetapi percayalah, bahwa setiap pekerjaan yang baik yang saudara lakukan dengan ikhlas pada saatnya nanti akan  berpengaruh kepada perkembangan karir saudara, karena pimpinan Mahkamah Agung sekarang ini tidak akan tutup mata terhadap setiap prestasi yang saudara lakukan melainkan akan diperhitungkan untuk promosi bagi setiap pegawai yang berprestasi. Dan sebaliknya jika saudara tidak bekerja dengan sungguh sungguh, dan bahkan tidak disiplin dalam menjalankan tugas, maka tidak tertutup kemungkinan saudara akan mendapatkan punishment berupa demosi berupa mutasi ke Pengadilan yang kelasnya lebih rendah dari tempat saudara bertugas saat ini;

Yang Kedua, bekerja dengan CERDAS mutlak harus dilaksanakan, oleh karena perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat yang bagaikan deret ukur, harus diimbangi dengan kemampuan untuk mengoperasikannya, dan sesuai dengan perkembangan zaman, mulai saat ini hingga ke masa depan tidak boleh ada lagi pegawai Pengadilan Negeri yang GAPTEK (gagal teknologi). Bagi yang masih menganut cara kerja dengan pola lama harus segera merobah mind set (pola pikir)  nya dengan pola/cara kerja baru yang berorientasi pada  IT MINDED (berpikiran teknologi informasi);

Saya tidak bisa membayangkan kalau masih ada Panitera Pengganti atau staf di Pengadilan Negeri yang tidak mampu mengoperasikan komputer, karena sebahagian besar pekerjaan di Pengadilan Negeri saat ini harus menggunakan komputer, bukan hanya mengetik dokumen baik berita acara persidangan maupun putusan Pengadilan, tetapi sesuai tuntutan masyarakat, Pengadilan  diseluruh Indonesia terus berbenah  diri untuk menerapkan sistem komputerisasi dalam sistem yang dibangun guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pengguna Pengadilan, misalnya SIPP, E-Court, Pelayanan di meja PTSP dan lain-lain, yang kesemuanya menggunakan IT;

Oleh karena itu segenap jajaran Pengadilan, khususnya pejabat fungsional baik, Hakim, Panitera dan Panitera Pengganti, serta Jurusita, harus terus mau belajar dan  meningkatkan pengetahuannya untuk dapat beradaptasi dengan perubahan dan tuntutan zaman yang sangat cepat, jika tidak maka yang bersangkutan akan terpinggirkan kelak;

Dari laporan dan pengaduan dari msyarakat Pengguna Pengadilan di Pengadilan Tinggi Pekanbaru,  banyak permasalahan yang timbul di Pengadilan Negeri hingga berujung kepada laporan/pengaduan masyarakat dikarenakan kurangnya pengetahuan Hakim dalam memeriksa dan mengadili perkara, dan hal ini juga tercermin dari Memori Banding yang diajukan oleh para pihak yang didalamnya sekaligus memuat laporan/pengaduan terhadap Hakim yang mengadili perkara, yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan Hakim yang bersangkutan sehinga terjadi penyimpangan, baik tentang hukum acara /formil, maupun tentang penerapan hukum materil/substansi pokok perkara, oleh karena itu saya sangat mengharapkan agar Para Hakim senantiasa meningkatkan ilmu/pengetahuan hukumnya, agar terhindar dari laporan/pengaduan yang sesungguhnya tidak perlu terjadi;

Salah satu upaya Pengadilan Tinggi Pekanbaru untuk mengatasi masalah ini, maka PT Pekanbaru dalam waktu dekat akan mengadakan BINTEK (Bimbingan Tekenis)    bagi pejabat fungsional di Pengadilan Negeri, manum karena keterbatasan anggaran, rencana BINTEK ini nantinya hanya dapat diikuti oleh maksimal lima orang personil dari setiap unit kerja Pengadilan Negeri yang meliputi Pimpinan Pengadilan (Ketua atau Wakil Ketua), Hakim, Panitera dan Panitera Pengganti.

Yang ketiga yang saya tekankan kepada saudara sekalian adalah agar bekerja dengan TUNTAS , dalam arti dalam melaksanakan pekerjaan jangan pernah setengah hati, tetapi dengan tuntas, dan jangan pernah meninggalkan pekerjaan terbengkalai, tetapi lakukan hingga selesai.

Dari laporan Hakim Tinggi Pengawas Daerah kepada Kami, banyak temuan di Pengadilan Negeri terjadi karena bekerja tidak tuntas, dan tidak sesuai dengan Standar Operational, dan bahkan dari laporan yang diajukan oleh pihak-pihak yang berperkara dan juga dimuat didalam mmeori banding yang bersangkutan, bahwa hingga memori banding diajukan para pihak belum dapat memperoleh salinan putusan, sehingga memori banding diajukan  tanpa salinan putusaan dikarenakan hingga lewat satu bulan setelah putusan diucapkan ternyata salinan putusan belum dapat diberikan kepada para pihak sebagaimana mestinya:

Hal ini harus menjadi perhatian yang sungguh dari pimpinan Pengadilan Negeri ;

Hadirin yang saya hormati,

Seluruh Pengadilan Negeri yang ada dalam wilayah hukum Pengadilan Tinggi Pekanbaru sudah mendapat predikat Akreditasi A-Exellent. Sebagaimana kita semua tahu dan alami sendiri, bahwa  untuk memperoleh predikat A-Exellent ini tidaklah merupakan hal yang mudah, melainkan penuh dengan perjuangan dan pengorbanan baik dari sisi waktu mapun pengorbanan keringat dan dana. Sehingga hal ini harus kita pahami sebagai bentuk perjuangan kita bersama; Oleh karena itu mari  pertahankan predikat Akreditasi A-Exellent ini dengan terus berjuang dan mempertahankan yang yang telah kita capai dengan kerja keras tersebut;

Sebagai Pimpinan Pengadilan Tinggi, yang juga bertanggung dalam pembinaan Akreditasi di Pengadilan Negeri sewilayah hukum PT.Pekanbaru menyampaikan beberapa hal yang harus saudara perhatikan dalam mempertahankan predikat Akreditasi A-Exellent yaitu :

1. MAN / Sumber Daya Manusia

Man atau yang sering disebut Sumber Daya Manusia (SDM) hal berbicara tentang personil yang handal, yang harus dibina secara terus menerus; Baik melalui pelatihan formal yang diselenggarakan oleh Pusdiklat Mahkamah Agung maupun lewat forum diskusi yang diselenggarakan oleh Pengadilan Tinggi dalam setiap ada kesempatan seiring dengan acara pelantikan Ketua Pengadilan Negeri di PT.Pekanbaru  maupun acara forum diskusi yang dilakukan oleh masing-masing Pengadilan Negeri, yang bertujuan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan seluruh aparat Pengadilan Negeri;

Disamping peningkatan ilmu pengetahuan dibidang teknis, saya pesankan kepada Ketua Pengadilan Negeri agar tidak lupa melakukan pembinaan kepada segenap jajarannnya masing-masing,  sesuai Maklumat Ketua Mahkamah Agung R.I Nomor : 1  tahun 2017  yang mewajibkan pimpinan setiap unit kerja masing-masing melakukan pembinaan kepada bawahannya;

Kita cukuplah balajar dari peristiwa PN.Medan yang sangat mencoreng wajah peradilan di Indonedia;

Kecuali pembinaan sesuai Maklumat Ketua Mahkamah Agung RI No. 1 tahun 2017, saya ingatkan kembali seluruh KPN agar tidak lupa senantiasa mengingatkan perihal PERMA Nomor 7 tahun 2016 tentang  Penegakan Disiplin Kerja Hakim Pada Mahkamah Agung dan Badan Peradilan Yang Berada Di Bawahnya, PERMA Nomor 8 tahun 2016 Pengawasan Dan Pembinaan Atasan Langsung Di Lingkungan Mahkamah   Agung dan Badan Peradilan Yang Berada Dibawahnya, hal ini sangat perlu sebagaimana petunjuk Bapak Dirjen Badilum agar sesering mungkin dilakukan pengawasan secara dadakan;

Peristiwa di Pengadilan Negeri Rokan Hilir, ketika sesama Hakim Anggota berselisih faham dipersidangan bertepatan dengan pidato pertanggung jawaban KMA dihadapan Bapak Presiden R.I, dan hal ini telah menjadi viral di media sosial, yang pada akhirnya kedua hakim yang berselisih faham tersebut di non palukan, mari kita semua introspeksi diri agar persoalan serupa tidak terulang lagi;

2. MATERIAL / Sarana dan Prasarana

Pembinaan Sarana dan Pra Sarana adalah hal yang sangat mutlak dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan,  dan terus menyesuaikan dengan perkembangan sesuai Surat Edaran Dirjen Badilum, tentunya disesuaikan dengan kondisi anggaran yang ada pada m,asing-masimng satua kerja;

3. METODE / Sistem yang telah dibangun dengan SOP (Standar Operasional Prosedur)

M yang ketiga berbicara tentang Metode, hal ini berkaitan dengan sistem operational prosedur  (SOP) yang telah saudara bangun dengan baik dan harus terus menerus dikembangkan dan disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan pelayanan kepada pengguna pengadilan, yang tentunya hal ini bertujuan untuk senantiasa meningkatkan pelayanan publik di Pengadilan.

Sebelum saya mengakhiri sambutan saya dalam acara pembinaan ini, pesan akhir saya agar empat pilar pimpinan pada setiap Pengadilan Negeri senantiasa dapat bekerja sama dengan baik, dan selalu membina kerharmonisan dalam melaksanakan tugas.

Demikian sambutan saya, dan akhir kata saya ucapkan Wassalam……..W.W

 

Ketua Pengadilan Tinggi Pekanbaru

 

 

(H.ADAM HIDAYAT A, SH,MH)